Minggu, 24 Mei 2015

Kontroversi Masa Depan Yang Paling Ditakuti

Kontroversi Masa Depan Yang Paling Ditakuti


Kontroversi Seks Di Masa Depan

http://www.anehdidunia.com
Robot seks (Pic Courtesy: returnofkings.com)
Sahabat anehdidunia.com sejak manusia gua pertama kali menggunakan alat pertamanya untuk mengukir sesuatu yang berbau porno menjijikkan, sudah jelas bahwa sejarah manusia sebagian besar terdiri dari pemanfaatan teknologi baru untuk kepuasan seksual. Fotografi, sinematografi, internet, karet vulkanisir, dan mesin cetak, semua disalahgunakan sedemikian rupa tak berapa lama setelah ditemukan, dan masa depan pun sepertinya tidak akan ada yang berbeda. Bedanya secara visual akan terlihat lebih berkualitas.

Lebih jelasnya, saat ini kita sedang berbicara tentang robot pelacur, suatu konsep yang begitu menggelikan. Ini bukan hanya sekedar kata-kata. Ada kemungkinan yang sangat nyata bahwa tahun 2050 bisa menjadi sebuah dunia di mana prostitusi melibatkan manipulasi dalam kecerdasan buatan dan robotika untuk tujuan kesenangan. Saat ini kita telah membuat komputer yang hampir secerdas otak manusia, dan mungkin pada tahun 2030 komputer sudah menyamai kecerdasan kita. Coba bayangkan kemajuan yang besar dalam robotika ini dimanfaatkan oleh para pengusaha busuk untuk membuat tempat prostitusi otomatis yang pertama. Pada saat itu, akan terjadi benturan budaya. Ketika mesin bisa bermain dengan setiap fantasi kita, apakah kita menyambutnya dengan suka cita? Ataukah akan terjadi pertentangan besar-besaran yang mengerikan dari para penjaga moral? Seluruh pemahaman kita tentang seksualitas manusia mungkin akan berubah dalam waktu singkat, dan dampak dari pergeseran tersebut pasti akan sangat besar.

Kematian Etika Dan Privasi

http://www.anehdidunia.com
google glass (Pic Courtesy: learnlinky.com)
Salah satu contohnya adalah Google Glass. Ini adalah komputer yang dapat dikenakan pada manusia dan sekilas terlihat seperti sebuah kacamata. Sebagian orang menyebutnya kacamata masa depan. Mengapa demikian? Karena dalam sekejap mata, alat ini mampu mengambil gambar, video atau melakukan banyak hal pintar lainnya. Dan ini bisa membuat hubungan sosialita menjadi lebih menjijikkan.

Masalahnya berasal dari teknologi pengenalan wajah. Penelitian telah menunjukkan bahwa teknologi ini dapat memilih orang-orang untuk keluar dari kerumunan dan menarik hampir apapun pada mereka  mulai dari gambar Facebook, nomor jaminan sosial, profil Linkedin dan banyak lagi, sehingga memiliki potensi besar untuk disalahgunakan, tetapi lebih dari itu, bisa dibayangkan berarti kematian kebebasan pribadi (privasi).

Bayangkan sebuah dunia di mana setiap orang yang berpapasan dengan anda, mereka dalam waktu singkat dapat mengetahui semua hal tentang anda, mulai dari alamat, nomor telepon sampai ke hal-hal yang sangat pribadi dan mungkin memalukan. Teman, kolega dan semua anggota keluarga anda akan terungkap, termasuk hal-hal yang anda rahasiakan selama ini dimana orang lain tidak boleh mengetahuinya. Terdengar seperti mimpi buruk? Nah, saat seseorang menggabungkan perangkat lunak pengenalan wajah dengan sesuatu seperti Google Glass, mimpi buruk tersebut mungkin akan menjadi kenyataan. Google sendiri saat ini menentang gagasan itu, tapi potensi itu dapat muncul suatu hari nanti, siapa yang tahu? Dan ketika itu terjadi, anda dapat mempersiapkan diri untuk ikut terlibat dalam perdebatan etika atau privasi.

Ruang Angkasa Punya Siapa?

http://www.anehdidunia.com
penambangan asteroid (Pic Courtesy: moddb.com)
Sepertinya ini adalah pertanyaan bodoh, pertanyaan yang mungkin ditanyakan oleh anak SD: “Siapa yang memiliki ruang angkasa?” Tapi kebodohan ini sebenarnya lebih rumit dari yang anda pikirkan. Dan mungkin saja akan menjadi materi utama perdebatan yang sengit. Berkilas balik, pada tahun 1967, sebagian besar negara menandatangani Perjanjian Luar Angkasa, yang menyatakan bahwa tidak ada bangsa yang dapat mengklaim setiap “benda langit.”

Sebuah perusahaan bernama Planetary Resources dalam waktu dekat akan segera memulai proyek mereka dalam menambang Asteroid. Menambang? Asteroid? Bagaimana ceritanya? Yup! Yang akan mereka lakukan adalah menambang Asteroid dalam arti yang sebenarnya. Mengambil sumber daya yang berharga dari sebuah Asteroid untuk kemudian dibawa kebumi. Pada prinsipnya sama dengan menambang emas,berlian atau logam berharga lainnya di bumi. Bedanya penambangan kali ini dilakukan di luar angkasa. Cerita yang mungkin terdengar gila, tapi percayalah ini benar adanya.

Planetary Resources sempat mencuri perhatian beberapa tahun yang lalu. Mereka adalah perusahaan yang mempunyai misi untuk menambang Asteroid. Mereka menterjemahkan misi yang nyaris tidak mungkin tersebut menjadi mungkin untuk mewujudkan. Langkah pertama yang mereka lakukan adalah mendapatkan pendanaan untuk memulai proyek ini.

Eric Anderson dan Peter Diamandis yang mendirikan Planetary Resources berhasil mendapatkan pendanaan di tahun 2012 lalu. Larry Page yang merupakan pendiri Google merupakan salah seorang investor yang mengucurkan dana untuk mereka waktu itu. Semenjak itu, tak ada kabar terbaru yang datang dari Planetary Resources.

3 Tahun berselang, Planetary Resources (PR) bersiap untuk meluncurkan satelit pertama mereka. Waw, mereka kini sedang melakukan lompatan besar dengan melakukan sesuatu hal yang sama sekali baru. Menambang Asteroid. Satelit pertama PR saat ini sudah berada di stasiun luar angkasa milik NASA. Satelit ini tinggal menunggu jadwal untuk terbang ke satelit yang akan di eksplorasi. Jadi kembali lagi pertanyaannya Ruang angkasa itu punya siapa?

Ekspolarsi Perjalanan Yang Mematikan

http://www.anehdidunia.com
perjalanan ke mars (Pic Courtesy: www.nasa.gov)
 Anda mungkin masih ingat ketika fiksi ilmiah menjanjikan bahwa kita akan memiliki koloni di Mars suatu saat nanti. Ada alasan yang sangat baik mengapa kita tidak melakukan perjalanan ke Mars saat ini. Teknologi yang kita miliki sekarang belum cukup untuk melindungi anda dari kematian. Para ilmuwan memperkirakan kemungkinan ledakan besar dari radiasi matahari yang akan memusnahkan awak para penjelajah Mars. Tidak mengherankan jika NASA tidak terlalu berminat untuk mengambil resiko tersebut dan menolak untuk mengirim astronot kesana. Tapi ada satu hal: perusahaan swasta tidak memiliki keraguan semacam itu. Dan itulah masalahnya  bisakah kita benar-benar mengirim orang menuju kematian, walaupun jika mereka sendiri yang ingin pergi?

Sekarang, jawaban yang pasti adalah “ya.” Eksplorasi telah lama diidentikkan dengan kenekatan yang mempertaruhkan nyawa untuk membawa ilmu pengetahuan baru. Tapi pernahkah anda menyadari bahwa telah terjadi bencana besar ketika mengeksplorasi ruang angkasa beberapa dekade lalu. Ingat bencana Hindenburg? Kala itu balon udara zeppelin meledak dan terbakar di udara membunuh seluruh penumpang dan awak, padahal telah diobservasi menjadi transportasi udara paling aman dan nyaman dibanding yang lain. Kemudian bencana pesawat ulang alik Challenger tahun 1986. Apa yang akan dilakukan oleh beberapa awak nanti berjuta-juta mil jauhnya dari rumah untuk mengeksplorasi ruang angkasa? Coba tebak? Mungkin pada tahun 2018 kita akan menemukan jawabannya.

Perebutan Sumber Daya Alam Global

http://www.anehdidunia.com

Perebutan Sumber daya alam (Pic Courtesy: foodnavigator.com)
Rasanya kepala kita tidak bisa berpikir lebih jauh, memikirkan bagaimana dunia yang kita tinggali ini memiliki persediaan air, makanan, dan energi yang semakin menipis dan pemerintah harus bermain kotor untuk tetap memenuhi kebutuhan penduduknya. Menurut para ahli, skenario mimpi buruk ini akan terjadi tidak lama lagi dan kita tidak memiliki pilihan. Sekarang ini masalahnya akan menjadi semakin besar dan besar. Mantan kepala penasihat ilmiah di Inggris baru-baru ini mencatat bahwa pemerintah sudah berpartisipasi dalam perampasan tanah untuk mengamankan hak-hak pertambangan. Ketika pertempuran untuk mengamankan pasokan air dan makanan telah benar-benar kick off (dimulai), kita akan memiliki dilema etika.

Di satu sisi, mungkin akan mustahil untuk tetap menjadi pemain global utama tanpa menjadi semakin tak berperasaan. Gagasan seperti merawat kaum miskin, penegakan demokrasi, dan menghormati negara berdaulat mungkin harus diabaikan jika kita ingin hidup di atas permainan ekonomi  sebuah proses dimana para politisi menyebutnya sebagai “menjadi lebih seperti China.” Di sisi lain, jika kita memutuskan untuk mempertahankan rasa belas kasihan, kita mungkin berada dalam situasi dimana mantan negara adidaya sudah tidak berada lagi di pentas panggung dunia. Jika anda berpikir krisis ekonomi terpolarisasi opini publik, tunggu sampai kebenaran berita ini terjadi. Ini akan menjadi pertempuran demi masa depan dan eksistensi bangsa  dengan mata pencarian dari negara kita menjadi taruhannya.

Kontroversi makanan Di Masa Depan 

http://www.anehdidunia.com
makanan di masa depan (Pic Courtesy: dailymail.co.uk)
Krisis daging mengacu pada cara kita secara global mencintai daging yang akhirnya dapat membawa malapetaka bagi seisi planet. Mulai negara maju hingga negara berkembang, konsumsi daging terus meningkat, dari rata-rata 20 kg per orang pada tahun 1990, sampai diprediksi 50 kg pada tahun 2030. Sejak kira-kira sepertiga dari tanah yang dapat digunakan di planet ini disisihkan untuk memelihara ternak, maka persediaan daging mulai melimpah. Kecuali kita ingin memperburuk perebutan sumber daya, kita harus mulai mencari alternatif  dan di sanalah kontroversi mulai masuk.


Kontroversi Kemiskinan Massal

http://www.anehdidunia.com
 Kemiskinan Massal (Pic Courtesy: energizednationalism.wordpress.com)
Tinggal di negara-negara kaya dengan kelas menengah yang sedang berkembang, mungkin kebanyakan dari kita telah terbiasa membaca hal ini dengan tingkat kenyamanan tertentu. Namun, di Eropa dan Amerika, semua stabilitas tersebut akhirnya mulai memudar. Dalam penelitian terbaru, Palang Merah Internasional menyatakan bahwa “sementara benua lain berhasil mengurangi kemiskinan, kemiskinan di Eropa justru bertambah,” sebelum ada catatan yang mengatakan bahwa masa depan Uni Eropa mungkin akan terjadi eksodus masal dan kemiskinan yang merata. 

Di benua seberang, sekitar setengah dari semua orang Amerika saat ini tinggal dalam batas kemiskinan, dan tren penurunan ini tidak menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Sebagaimana kehidupan perlahan-lahan menjadi lebih baik bagi orang-orang di negara berkembang, kehidupan justru akan semakin buruk bagi negara-negara Barat, dan tampaknya itu adalah sesuatu yang kita akan harus membiasakan diri. Sekarang ini menjadi perdebatan bahwa sebagian besar anak-anak kelas menengah saat ini akan lebih buruk daripada orang tua mereka, sementara mereka yang berada di bagian bawah akan lebih buruk dari sebelumnya. Pernahkah anda perhatikan bahwa anda tidak bisa mempunyai sesuatu seperti yang dimiliki orang tua anda. Apakah benar kemiskinan massal yang menakutkan ini sedang berjalan?

Nasib Para Pengungsi Iklim Global

http://www.anehdidunia.com
Pengungsi banjir Boombay (Pic Courtesy: tropmet.res.in)
Meskipun anda berpikir bahwa perubahan iklim global yang diakibatkan oleh ulah manusia adalah omong kosong, namun tidak mungkin kita menyangkal fakta bahwa planet kita ini semakin panas. Komisi Tinggi urusan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR) memperingatkan bahwa bencana alam sehubungan dengan perubahan iklim dan menyusutnya sumber daya alam seperti air membuat penduduk di negara-negara berkembang terpaksa mengungsi. Dengan menyusutnya gletser di Pegunungan Rwenzori Uganda dan di pegunungan Himalaya Nepal, menguapnya danau-danau di Mali Chad, serta Ethiopia, dan erosi tanah karena penggundulan hutan di Haiti. Para pengungsi di seluruh dunia naik sebesar 3 juta orang.

Ini bukan hanya isu di kalangan akademis. Di suatu tempat seperti Bangladesh, akan menghadapi kemungkinan yang sangat nyata negara ini lenyap dalam 50 tahun ke depan, karena secara bertahap sekitar 30 juta orang penduduknya akan mengungsi ke suatu tempat. Rasanya tidak mungkin bagi pemerintah Bangladesh mampu mengatasi permasalahan ini. Jadi kemana mereka akan pergi? Jawabannya adalah: Kita tidak tahu. Dan itu terjadi hanya salah satu sudut di Asia. Penelitian menunjukkan di mana saja, mulai dari 150 juta hingga satu miliar orang bisa menjadi pengungsi iklim global. Dengan jumlah yang luar biasa dari orang-orang yang tiba-tiba kehilangan tempat tinggal, hal-hal yang mengerikan bisa saja mulai terjadi. PBB melaporkan kenaikan jumlah pengungsi tertinggi karena perubahan iklim.

Kontroversi yang sudah pasti membuat anda takut akan perubahan masa depan yang kira kira akan menjadi seperti itu. Berita unik kali ini yang mengulas tentang kontroversi masa depan yang paling ditakuti, semoga membuat kita semua sadar bahwa apa yang kita perbuat, hasilnya akan dinikmati oleh anak cucu kita. Berbuat baiklah pada alam.

Kontroversi adalah suatu pertentangan atau sebuah masalah yang memiliki dua sisi berlainan. Banyak teori, buku dan film tentang masa depan yang telah dibuat dan sebagian besar membuat kita menaruh harapan, sebagian justru membuat kita merinding karena efek dari kecanggihan masa depan. Namun sejujurnya, kita tidak akan pernah mengetahui persis apa yang akan terjadi besok atau bahkan dalam 50 tahun mendatang. Jika sahabat anehdidunia.com berpikir john titor si penjelajah waktu adalah topik yang paling kontroversial, berarti anda belum melihat yang satu ini. Berikut Kontroversi Tentang Masa Depan Yang paling Ditakuti.

Kontroversi Seks Di Masa Depan

http://www.anehdidunia.com
Robot seks (Pic Courtesy: returnofkings.com)
Sahabat anehdidunia.com sejak manusia gua pertama kali menggunakan alat pertamanya untuk mengukir sesuatu yang berbau porno menjijikkan, sudah jelas bahwa sejarah manusia sebagian besar terdiri dari pemanfaatan teknologi baru untuk kepuasan seksual. Fotografi, sinematografi, internet, karet vulkanisir, dan mesin cetak, semua disalahgunakan sedemikian rupa tak berapa lama setelah ditemukan, dan masa depan pun sepertinya tidak akan ada yang berbeda. Bedanya secara visual akan terlihat lebih berkualitas.

Lebih jelasnya, saat ini kita sedang berbicara tentang robot pelacur, suatu konsep yang begitu menggelikan. Ini bukan hanya sekedar kata-kata. Ada kemungkinan yang sangat nyata bahwa tahun 2050 bisa menjadi sebuah dunia di mana prostitusi melibatkan manipulasi dalam kecerdasan buatan dan robotika untuk tujuan kesenangan. Saat ini kita telah membuat komputer yang hampir secerdas otak manusia, dan mungkin pada tahun 2030 komputer sudah menyamai kecerdasan kita. Coba bayangkan kemajuan yang besar dalam robotika ini dimanfaatkan oleh para pengusaha busuk untuk membuat tempat prostitusi otomatis yang pertama. Pada saat itu, akan terjadi benturan budaya. Ketika mesin bisa bermain dengan setiap fantasi kita, apakah kita menyambutnya dengan suka cita? Ataukah akan terjadi pertentangan besar-besaran yang mengerikan dari para penjaga moral? Seluruh pemahaman kita tentang seksualitas manusia mungkin akan berubah dalam waktu singkat, dan dampak dari pergeseran tersebut pasti akan sangat besar.

Kematian Etika Dan Privasi

http://www.anehdidunia.com
google glass (Pic Courtesy: learnlinky.com)
Salah satu contohnya adalah Google Glass. Ini adalah komputer yang dapat dikenakan pada manusia dan sekilas terlihat seperti sebuah kacamata. Sebagian orang menyebutnya kacamata masa depan. Mengapa demikian? Karena dalam sekejap mata, alat ini mampu mengambil gambar, video atau melakukan banyak hal pintar lainnya. Dan ini bisa membuat hubungan sosialita menjadi lebih menjijikkan.

Masalahnya berasal dari teknologi pengenalan wajah. Penelitian telah menunjukkan bahwa teknologi ini dapat memilih orang-orang untuk keluar dari kerumunan dan menarik hampir apapun pada mereka  mulai dari gambar Facebook, nomor jaminan sosial, profil Linkedin dan banyak lagi, sehingga memiliki potensi besar untuk disalahgunakan, tetapi lebih dari itu, bisa dibayangkan berarti kematian kebebasan pribadi (privasi).

Bayangkan sebuah dunia di mana setiap orang yang berpapasan dengan anda, mereka dalam waktu singkat dapat mengetahui semua hal tentang anda, mulai dari alamat, nomor telepon sampai ke hal-hal yang sangat pribadi dan mungkin memalukan. Teman, kolega dan semua anggota keluarga anda akan terungkap, termasuk hal-hal yang anda rahasiakan selama ini dimana orang lain tidak boleh mengetahuinya. Terdengar seperti mimpi buruk? Nah, saat seseorang menggabungkan perangkat lunak pengenalan wajah dengan sesuatu seperti Google Glass, mimpi buruk tersebut mungkin akan menjadi kenyataan. Google sendiri saat ini menentang gagasan itu, tapi potensi itu dapat muncul suatu hari nanti, siapa yang tahu? Dan ketika itu terjadi, anda dapat mempersiapkan diri untuk ikut terlibat dalam perdebatan etika atau privasi.

Ruang Angkasa Punya Siapa?

http://www.anehdidunia.com
penambangan asteroid (Pic Courtesy: moddb.com)
Sepertinya ini adalah pertanyaan bodoh, pertanyaan yang mungkin ditanyakan oleh anak SD: “Siapa yang memiliki ruang angkasa?” Tapi kebodohan ini sebenarnya lebih rumit dari yang anda pikirkan. Dan mungkin saja akan menjadi materi utama perdebatan yang sengit. Berkilas balik, pada tahun 1967, sebagian besar negara menandatangani Perjanjian Luar Angkasa, yang menyatakan bahwa tidak ada bangsa yang dapat mengklaim setiap “benda langit.”

Sebuah perusahaan bernama Planetary Resources dalam waktu dekat akan segera memulai proyek mereka dalam menambang Asteroid. Menambang? Asteroid? Bagaimana ceritanya? Yup! Yang akan mereka lakukan adalah menambang Asteroid dalam arti yang sebenarnya. Mengambil sumber daya yang berharga dari sebuah Asteroid untuk kemudian dibawa kebumi. Pada prinsipnya sama dengan menambang emas,berlian atau logam berharga lainnya di bumi. Bedanya penambangan kali ini dilakukan di luar angkasa. Cerita yang mungkin terdengar gila, tapi percayalah ini benar adanya.

Planetary Resources sempat mencuri perhatian beberapa tahun yang lalu. Mereka adalah perusahaan yang mempunyai misi untuk menambang Asteroid. Mereka menterjemahkan misi yang nyaris tidak mungkin tersebut menjadi mungkin untuk mewujudkan. Langkah pertama yang mereka lakukan adalah mendapatkan pendanaan untuk memulai proyek ini.

Eric Anderson dan Peter Diamandis yang mendirikan Planetary Resources berhasil mendapatkan pendanaan di tahun 2012 lalu. Larry Page yang merupakan pendiri Google merupakan salah seorang investor yang mengucurkan dana untuk mereka waktu itu. Semenjak itu, tak ada kabar terbaru yang datang dari Planetary Resources.

3 Tahun berselang, Planetary Resources (PR) bersiap untuk meluncurkan satelit pertama mereka. Waw, mereka kini sedang melakukan lompatan besar dengan melakukan sesuatu hal yang sama sekali baru. Menambang Asteroid. Satelit pertama PR saat ini sudah berada di stasiun luar angkasa milik NASA. Satelit ini tinggal menunggu jadwal untuk terbang ke satelit yang akan di eksplorasi. Jadi kembali lagi pertanyaannya Ruang angkasa itu punya siapa?

Ekspolarsi Perjalanan Yang Mematikan

http://www.anehdidunia.com
perjalanan ke mars (Pic Courtesy: www.nasa.gov)
 Anda mungkin masih ingat ketika fiksi ilmiah menjanjikan bahwa kita akan memiliki koloni di Mars suatu saat nanti. Ada alasan yang sangat baik mengapa kita tidak melakukan perjalanan ke Mars saat ini. Teknologi yang kita miliki sekarang belum cukup untuk melindungi anda dari kematian. Para ilmuwan memperkirakan kemungkinan ledakan besar dari radiasi matahari yang akan memusnahkan awak para penjelajah Mars. Tidak mengherankan jika NASA tidak terlalu berminat untuk mengambil resiko tersebut dan menolak untuk mengirim astronot kesana. Tapi ada satu hal: perusahaan swasta tidak memiliki keraguan semacam itu. Dan itulah masalahnya  bisakah kita benar-benar mengirim orang menuju kematian, walaupun jika mereka sendiri yang ingin pergi?

Sekarang, jawaban yang pasti adalah “ya.” Eksplorasi telah lama diidentikkan dengan kenekatan yang mempertaruhkan nyawa untuk membawa ilmu pengetahuan baru. Tapi pernahkah anda menyadari bahwa telah terjadi bencana besar ketika mengeksplorasi ruang angkasa beberapa dekade lalu. Ingat bencana Hindenburg? Kala itu balon udara zeppelin meledak dan terbakar di udara membunuh seluruh penumpang dan awak, padahal telah diobservasi menjadi transportasi udara paling aman dan nyaman dibanding yang lain. Kemudian bencana pesawat ulang alik Challenger tahun 1986. Apa yang akan dilakukan oleh beberapa awak nanti berjuta-juta mil jauhnya dari rumah untuk mengeksplorasi ruang angkasa? Coba tebak? Mungkin pada tahun 2018 kita akan menemukan jawabannya.

Perebutan Sumber Daya Alam Global

http://www.anehdidunia.com

Perebutan Sumber daya alam (Pic Courtesy: foodnavigator.com)
Rasanya kepala kita tidak bisa berpikir lebih jauh, memikirkan bagaimana dunia yang kita tinggali ini memiliki persediaan air, makanan, dan energi yang semakin menipis dan pemerintah harus bermain kotor untuk tetap memenuhi kebutuhan penduduknya. Menurut para ahli, skenario mimpi buruk ini akan terjadi tidak lama lagi dan kita tidak memiliki pilihan. Sekarang ini masalahnya akan menjadi semakin besar dan besar. Mantan kepala penasihat ilmiah di Inggris baru-baru ini mencatat bahwa pemerintah sudah berpartisipasi dalam perampasan tanah untuk mengamankan hak-hak pertambangan. Ketika pertempuran untuk mengamankan pasokan air dan makanan telah benar-benar kick off (dimulai), kita akan memiliki dilema etika.

Di satu sisi, mungkin akan mustahil untuk tetap menjadi pemain global utama tanpa menjadi semakin tak berperasaan. Gagasan seperti merawat kaum miskin, penegakan demokrasi, dan menghormati negara berdaulat mungkin harus diabaikan jika kita ingin hidup di atas permainan ekonomi  sebuah proses dimana para politisi menyebutnya sebagai “menjadi lebih seperti China.” Di sisi lain, jika kita memutuskan untuk mempertahankan rasa belas kasihan, kita mungkin berada dalam situasi dimana mantan negara adidaya sudah tidak berada lagi di pentas panggung dunia. Jika anda berpikir krisis ekonomi terpolarisasi opini publik, tunggu sampai kebenaran berita ini terjadi. Ini akan menjadi pertempuran demi masa depan dan eksistensi bangsa  dengan mata pencarian dari negara kita menjadi taruhannya.

Kontroversi makanan Di Masa Depan 

http://www.anehdidunia.com
makanan di masa depan (Pic Courtesy: dailymail.co.uk)
Krisis daging mengacu pada cara kita secara global mencintai daging yang akhirnya dapat membawa malapetaka bagi seisi planet. Mulai negara maju hingga negara berkembang, konsumsi daging terus meningkat, dari rata-rata 20 kg per orang pada tahun 1990, sampai diprediksi 50 kg pada tahun 2030. Sejak kira-kira sepertiga dari tanah yang dapat digunakan di planet ini disisihkan untuk memelihara ternak, maka persediaan daging mulai melimpah. Kecuali kita ingin memperburuk perebutan sumber daya, kita harus mulai mencari alternatif  dan di sanalah kontroversi mulai masuk.

Banyak dari kita hidup dalam budaya yang benar-benar tidak menyukai gangguan dengan pilihan makanan kita. Ketika NYC berusaha untuk membatasi penjualan secara besar-besasan soda tahun lalu, reaksi yang terjadi sangat mengerikan. Jadi apa yang anda pikir akan terjadi ketika pemerintah mulai mendorong adanya daging buatan pada kita? Prediksi: orang akan merespon dengan cara yang sama persis setiap kali ada yang mencoba mendorong seseorang dengan sesuatu. Mereka akan bertahan dan bahkan mendorong balik dengan banyak kemarahan. Mungkin ini bukan hanyaramalan masa depan

Kontroversi Kemiskinan Massal

http://www.anehdidunia.com
 Kemiskinan Massal (Pic Courtesy: energizednationalism.wordpress.com)
Tinggal di negara-negara kaya dengan kelas menengah yang sedang berkembang, mungkin kebanyakan dari kita telah terbiasa membaca hal ini dengan tingkat kenyamanan tertentu. Namun, di Eropa dan Amerika, semua stabilitas tersebut akhirnya mulai memudar. Dalam penelitian terbaru, Palang Merah Internasional menyatakan bahwa “sementara benua lain berhasil mengurangi kemiskinan, kemiskinan di Eropa justru bertambah,” sebelum ada catatan yang mengatakan bahwa masa depan Uni Eropa mungkin akan terjadi eksodus masal dan kemiskinan yang merata. 

Di benua seberang, sekitar setengah dari semua orang Amerika saat ini tinggal dalam batas kemiskinan, dan tren penurunan ini tidak menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Sebagaimana kehidupan perlahan-lahan menjadi lebih baik bagi orang-orang di negara berkembang, kehidupan justru akan semakin buruk bagi negara-negara Barat, dan tampaknya itu adalah sesuatu yang kita akan harus membiasakan diri. Sekarang ini menjadi perdebatan bahwa sebagian besar anak-anak kelas menengah saat ini akan lebih buruk daripada orang tua mereka, sementara mereka yang berada di bagian bawah akan lebih buruk dari sebelumnya. Pernahkah anda perhatikan bahwa anda tidak bisa mempunyai sesuatu seperti yang dimiliki orang tua anda. Apakah benar kemiskinan massal yang menakutkan ini sedang berjalan?

Nasib Para Pengungsi Iklim Global

http://www.anehdidunia.com
Pengungsi banjir Boombay (Pic Courtesy: tropmet.res.in)
Meskipun anda berpikir bahwa perubahan iklim global yang diakibatkan oleh ulah manusia adalah omong kosong, namun tidak mungkin kita menyangkal fakta bahwa planet kita ini semakin panas. Komisi Tinggi urusan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR) memperingatkan bahwa bencana alam sehubungan dengan perubahan iklim dan menyusutnya sumber daya alam seperti air membuat penduduk di negara-negara berkembang terpaksa mengungsi. Dengan menyusutnya gletser di Pegunungan Rwenzori Uganda dan di pegunungan Himalaya Nepal, menguapnya danau-danau di Mali Chad, serta Ethiopia, dan erosi tanah karena penggundulan hutan di Haiti. Para pengungsi di seluruh dunia naik sebesar 3 juta orang.

Ini bukan hanya isu di kalangan akademis. Di suatu tempat seperti Bangladesh, akan menghadapi kemungkinan yang sangat nyata negara ini lenyap dalam 50 tahun ke depan, karena secara bertahap sekitar 30 juta orang penduduknya akan mengungsi ke suatu tempat. Rasanya tidak mungkin bagi pemerintah Bangladesh mampu mengatasi permasalahan ini. Jadi kemana mereka akan pergi? Jawabannya adalah: Kita tidak tahu. Dan itu terjadi hanya salah satu sudut di Asia. Penelitian menunjukkan di mana saja, mulai dari 150 juta hingga satu miliar orang bisa menjadi pengungsi iklim global. Dengan jumlah yang luar biasa dari orang-orang yang tiba-tiba kehilangan tempat tinggal, hal-hal yang mengerikan bisa saja mulai terjadi. PBB melaporkan kenaikan jumlah pengungsi tertinggi karena perubahan iklim.

Kontroversi yang sudah pasti membuat anda takut akan perubahan masa depan yang kira kira akan menjadi seperti itu. Berita unik kali ini yang mengulas tentang kontroversi masa depan yang paling ditakuti, semoga membuat kita semua sadar bahwa apa yang kita perbuat, hasilnya akan dinikmati oleh anak cucu kita. Berbuat baiklah pada alam.

Renungan: Bersukurlah Dengan Kehidupan Sekarang

Renungan: Bersukurlah Dengan Kehidupan Sekarang

 

Bagikan Kata Renungan ini ke saudara atau teman anda jika di anggap artikel renungan ini sangat bermanfaat. bagikan menggunakan tombol share di samping kanan blog. 

Karena hujan yg tidak kunjung berhenti, akhirnya saya memutuskan menerobos hujan, karena hari sudah malam. Dan sampai di Cikini, perut udah ga bisa diajak kompromi, akhirnya saya memutuskan mampir di warung nasi tenda dipinggir jalan.

Lagi asik asiknya menikmati pecel lele, masuklah seorang bapak, dgn istri dan 2 anaknya. Yang menarik adalah kendaraan mereka adalah gerobak dorong. Lalu bapak ini memesan 2 piring nasi dan ayam goreng untuk istri dan anaknya.

Sesekali saya melihat anak ini tertawa senang sekali dan sangat menikmati ayam goreng yg dipesan oleh bapaknya. Pertamanya sih tidak ada yg menarik, tetapi ketika saya selesai makan, ada yg menarik hati saya, ternyata, yg menikmati makanan itu hanya istri dan anaknya.
sedangkan sang bapak hanya melihat istri dan anaknya menikmati makanan ini.

Saya perhatikan, wajah sang bapak, walau tampak kelelahan terlihat senyum bahagia di wajahnya.. Lalu saya mendengar dia berkata." makan yg puas Nak, toh..hari ini tanggal kelahiranmu."
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjV21fIDVgBzIZ0oBHWLFEapTElFg4T9QuErSP22cXSSOLLT5tgUk9ysXL2gasgEwsGGiWyI0wszWOZW7X1odt8NVQOH3kfCpu6cxcq2OTgMTw9GgA8FJcr5cWC-IKjeNgXvjjv99mEOjE/s320/kasian.jpg

Saya terharu mendengarnya, langsung terenyuh hati ini. seorang bapak, dgn keterbatasannya, sebagai (mungkin) pemulung, memberi ayam goreng warung tenda dipinggir jalan , untuk hadiah anaknya. Hampir mau menangis rasanya saya diwarung itu..

Segera sebelum air mata ini tumpah, saya berdiri dan membayar makanan saya dan juga dengan pelan pelan saya bilang sama penjaga warung. "mas, tagihan bapak itu, saya yg bayar dan tolong tambahin ayam goreng dan tahu tempe" Lalu lekas lekas saya pergi.

Tetapi bagi orang disekitar kita, pecel lele dipinggir jalan, adalah makanan mewah buat dia.
kisah ini kutulis, untuk bahan perenungan.. Bahwa Tuhan sudah memberikan yg terbaik untuk kita saat ini, kita biasa makan di Sushi-Tei, Kentucky, Mc Donald, Hoka Hoka Bento, Pizza Hut dan sebagainya. sementara saudara kita masih banyak yang susah akan mendapatkan makanan.

Sungguh tak pantas bagi kita untuk mengeluh. Rasa syukur akan mengantarkan rasa bahagia."

Apa peranan Roh Kudus dalam kehidupan kita pada zaman sekarang?

Apa peranan Roh Kudus dalam kehidupan kita pada zaman sekarang?



Pertanyaan: Apa peranan Roh Kudus dalam kehidupan kita pada zaman sekarang?

Jawaban:
Dari semua karunia yang diberikan Allah kepada manusia, tidak ada yang lebih berharga dari kehadiran Roh Kudus. Roh Kudus memiliki banyak fungsi, peranan dan kegiatan. Pertama, Dia bekerja dalam hati semua orang di manapun mereka berada. Yesus memberitahu murid-muridNya bahwa Dia akan mengutus Roh Kudus ke dalam dunia untuk, “menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman” (Yohanes 16:7-11). Setiap orang memiliki “kesadaran akan Allah” baik mereka akui atau tidak, karena Roh Kudus menerapkan kebenaran Allah dalam pikiran manusia untuk meyakinkan mereka dengan argumen-argumen yang cukup dan beralasan bahwa mereka adalah orang-orang berdosa.

Begitu kita diselamatkan dan menjadi milik Allah, Roh Kudus berdiam di dalam hati kita untuk selamanya, memeteraikan kita dengan meneguhkan, mengesahkan dan menjamin keadaan kekal kita sebagai anak-anakNya. Yesus berkata bahwa Dia akan mengirimkan Roh Kudus untuk menjadi Penolong, Penghibur dan Penuntun. “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya” (Yohanes 14:16) Kata Yunani yang diterjemahkan “Penolong” berarti seseorang yang dipanggil untuk berjalan bersama, dan mempunyai pengertian seseorang yang memberi dorongan dan nasihat. “Berdiam” berhubungan dengan tinggalnya Roh Kudus secara permanen dalam hati orang-orang percaya (Roma 8:9; 1 Korintus 6:19, 2; 12:13). Yesus memberi Roh Kudus sebagai “kompensasi” untuk ketidakhadiranNya, untuk melaksanakan fungsi yang Yesus ingin lakukan bagi kita kalau saja Dia berdiam secara pribadi dengan kita.

Di antara fungsi-fungsi itu adalah pengungkap kebenaran. Kehadiran Roh Kudus dalam diri kita memungkinkan kita untuk memahami dan menafsirkan Firman Tuhan. Yesus memberitahu murid-muridNya, “Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran” (Yohanes 16:13). Dia mengungkapkan isi hati Allah sehubungan dengan ibadah, doktrin dan kehidupan Kristen. Dia adalah Penuntun yang paling utama, berjalan di depan, memimpin, menyingkirkan rintangan, membuka pengertian, dan memastikan segala sesuatunya jelas. Dia memimpin dalam jalan yang harus kita jalani dalam semua hal rohani. Tanpa penuntun semacam ini, kita dapat jatuh dalam kesalahan. Bagian krusial dari Kebenaran yang Dia ungkapkan adalah bahwa Yesus adalah sesuai dengan apa yang Dia katakan (Yohanes 15:26; 1 Korintus 12:3). Roh Kudus meyakinkan kita akan keillahian dan keanakan Kristus, inkarnasiNya, Kristus sebagai Mesias, penderitaan dan kematianNya, kebangkitan dan kenaikanNya, pemuliaanNya di sebelah kanan Allah, dan perannya sebagai Hakim dari segalaNya. Dia memuliakan Kristus dalam segala hal (Yohanes 16:14).

Perannya yang lain adalah pemberi karunia. 1 Korintus 12 menggambarkan karunia-karunia rohani yang diberikan kepada orang-orang percaya agar kita dapat menjalankan fungsi sebagai tubuh Kristus dalam dunia. Semua karunia ini, baik besar maupun kecil, adalah pemberian Roh Kudus agar kita dapat menjadi duta besar-duta besarNya kepada dunia, menunjukkan anugrahNya dan memuliakan Dia.

Roh Kudus juga berperan sebagai penghasil-buah dalam kehidupan kita. Ketika Dia mendiami kita, Dia mulai menuai buahNya dalam kehidupan kita – kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri” (Galatia 5:22-23). Ini bukanlah hasil pekerjaan daging kita, yang tidak mampu untuk menghasilkan buah semacam ini, namun adalah hasil dari kehadiran Roh Kudus dalam kehidupan kita.

Mengetahui bahwa Roh Kudus dari Allah telah berdiam dalam kehidupan kita, bahwa Dia melakukan semua peran yang ajaib ini, bahwa Dia berdiam dengan kita untuk selamanya dan tidak akan pernah meninggalkan atau mengabaikan kita adalah merupakan alasan untuk sukacita dan penghiburan yang besar. Puji Tuhan untuk anugrah yang berharga ini – Roh Kudus dan karyaNya dalam hidup kita


Baca lebih lanjut:http://www.gotquestions.org/Indonesia/peranan-Roh-Kudus.html#ixzz3b76TVTZE

Jumat, 22 Mei 2015

Kamis, 21 Agustus 2014 13:49:14 Pembunuhan kepala suku Dani Korea Waker akibat cinta segitiga




Sejak hasil Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) pada 1969 menyatakan Papua ingin bergabung dengan Indonesia, krisis terus membekap wilayah di ujung timur negara ini. Situasi keamanan fluktuatif.

Milisi Organisasi Papua Merdeka (OPM) terus melancarkan gerilya. Mereka membunuh tentara, polisi, dan bahkan warga asing di sana. Kehadiran pasukan keamanan di Papua tidak mampu menjamin sepenuhnya keamanan di Bumi Cendrawasih.

Bukan sekadar perlawanan bersenjata, kaum-kaum intelektual Papua terus bergerilya di luar negeri, termasuk Jacob Rumbiak. Dalam kongres ketiga di Jayapura, papua, Oktober 2011, menghasilkan terbentuknya negara Federasi Papua Barat, dia diangkat sebagai menteri luar negeri. 

Dari Kota Melbourne, Australia, dia menggalang dan menyerukan sokongan bagi kemerdekaan Papua. Dia yakin Papua bakal lepas dari cengkeraman Indonesia. "Cepat atau lambat pasti kemerdekaan itu datang," katanya saat dihubungi melalui telepon selulernya Rabu lalu.

Berikut penjelasan Jacob Rumbiak kepada Faisal Assegaf dari merdeka.com. 

Dengan berakhirnya pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, apakah perjuangan Organisasi Papua Merdeka akan lebih bagus ke depannya?

Saya melihat bukan lebih bagus, tapi ada lebih keuntungan untuk kedua pihak baik Indonesia dan Papua. Saya melihat dengan adanya proses baik itu tidak ada kalah, tidak ada menang. 

Perjuangan Papua Barat itu bukan anti-Indonesia atau antipemerintah Republik Indonesia. Itu menyangkut hak politik orang Papua. Kita harap dengan adanya presiden baru ini bisa membuka satu ruang demokrasi sehingga kita bisa duduk dan membicarakan masa depan bersama Indonesia dan Papua. 

Jadi saya lebih cenderung melihat bukan bagusnya, tapi bagaimana kita akan hadir sebagai masyarakat eksternal dalam tanggung jawab bersama menjaga dunia damai pada setiap bangsa. Sehingga tidak ada permusuhan di atas dunia ini.

Memangnya Anda yakin selama Jokowi memerintah Papua bisa merdeka?

Saya melihat ada sedikit kerikil-kerikil kecil karena kendali jarak jauhnya ada di Megawati. Tidak mungkin Ibu Mega mengkhianati perjuangan bapaknya. Tapi kami harap beliau bisa mengerti sebenarnya kehancuran Indonesia itu ada kesalahan kebijakan dari partainya. s

Sebenarnya Indonesia bukan republik. Indonesia bukan negara bersistem presidensial, sistemnya RIS (republik Indonesia Serikat). Kalau dari awal Soekarno menjalankan sistem RIS, saya pikir Indonesia adalah negara besar. 

Sebab daerah diberikan wewenang membangun Indonesia. Tapi karena adanya sistem kekuasaan di satu tangan, pusat, justru Indonesia bukan semakin baik, justru semakin buruk.

Jadi Anda tidak yakin masa depan Papua bakal bagus saat pemerintahan Jokowi?

Sebenarnya saya yakin Pak Jokowi adalah orang baik, putra terbaik. Karena dia punya rencana sungguh mulia. Dia akan angkat keadilan, dia ingin memperbaiki kesalahan sejarah. Karena bangsa besar, bangsa betul-betul meletakkan nilai-nilai bangsanya dalam sejarah benar. 

Sebenarnya Papua itu bagian dari taktik Amerika untuk meruntuhkan Soekarno. Sehingga saya pikir sudah saatnya untuk Indonesia dan Papua, kita membangun masa depan. Indonesia dan Papua sebenarnya sama-sama korban dari perang global atau kebijakan dunia. 

Itu sebabnya jangan kita terus saling memusuhi. Kita bukan musuh. Kita merupakan kedua pihak korban dari perang dingin. Kita perlu ambil kebijakan masa depan untuk kedua pihak, Indonesia dan Papua. Saya pikir rakyat Papua bicarakan lebih dekat dengan Indonesia. 

Kami tidak bisa lari jauh. Indonesia punya peran penting dimana kami harus akui. Ada kemajuan-kemajuan besar kami miliki dari Indonesia dan itu orang Papua akui. Tapi kami juga mengendaki pemerintah Indonesia menghargai dan mengakui hak kedaulatan kami, hak-hak politik kami. 

Memangnya Jokowi menjanjikan referendum untuk Papua?

Saya belum dengar dari Pak Jokowi. Kalau perlawanan atau perjuangan rakyat Papua tetap berlanjut, Indonesia sangat rugi sekali karena pengeluaran keuangan sangat banyak. Banyak korban putra-putra terbaik Indonesia mati di sana karena kebijakan pemerintah. 

Kematian orang-orang sipil dan militer Indonesia di Papua itu membuat saya sangat sedih. Karena itu kebijakan salah oleh pemerintah dan mereka itu anak-anak rakyat, anak-anak terbaik. Kalau kita bisa mengatur sesuatu sejak dini, kita tidak buat kesalahan seperti zaman Belanda menjajah Indonesia 350 tahun. 

Papua sangat kaya. Kalau pemerintah pusat bisa mengakui hak politik kami, kami akan menandatangani perjanjian bilateral. Banyak orang Papua itu sudah siap, meminta segera Papua itu punya kedaulatan. 

Ketika Indonesia mengakui hak kedaulatan politik Papua, sebelum mengalihkan kegiatan administrasi dari Indonesia ke Papua, kami akan tanda tangan hubungan bilateral. Jangan ragu dan takut soal orang-orang sipil Indonesia ada di Papua. Papua siap menjamin karena kemerdekaan sesungguhnya bukan untuk orang Papua tapi menjamin seluruh warga negara asing ada di Papua.

Kami punya program 50 tahun ke depan kerja sama dengan Indonesia mengentaskan kemiskinan. Jadi tidak ada sesuatu perlu ditakutkan.

Kenapa Anda bisa yakin rakyat Papua ingin merdeka dari Indonesia?

Kami sangat yakin akan lepas karena pertama, wilayah Papua direbut dengan kekuasaan militer. Itu sudah jelas, tidak bisa disangkal. Kedua, dokumen 600 halaman dari Amerika Serikat menyebutkan Amerika terlibat dalam mengalihkan Papua ke Indonesia lewat Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) pada 1969 tidak mengikuti sistem PBB satu orang satu suara.

Ketiga, hari ini ada perlawanan rakyat itu berarti Indonesia jangan menganggap enteng. Sebab filosofi kebenaran mengatakan ketika sebuah bangsa mulai berpikir tentang kemerdekaan, baiknya serahkan saja. Sebab cepat atau lambat pasti kemerdekaan itu datang. 

Memangnya dari OPM pernah mengadakan survei internal menyatakan sebagian besar rakyat Papua ingin merdeka dari Indonesia? 

Sudah. Kami sudah punya hasil survei dari DPR pusat, itu dipimpin Pak Abdul Ghofur pada 1999. Kemudian 2003, kalau tidak salah itu ada tiga NGO dari internasional dan tiga dari Indonesia. Survei LIPI menyatakan mayoritas orang Papua ingin merdeka.

Kemudian dari hasil survei International Justice Indonesian Comissions of Jurish Australian pada 2001. Kemudian dari Universitas Cenderawasih Universitas Papua, dua universitas terkenal. 

Anda perlu tahu di Papua kami punya tokoh-tokoh rohaniwan baik itu muslim, Katolik, Kristen, sangat kompak menyatu dan mereka sendiri sudah beberapa kali mencoba bertemu SBY untuk menyatakan orang Papua ingin merdeka. 

Jadi itu sudah jelas. Keterbukaan sudah ada. Hanya tinggal kami harap dari pihak Jakarta bisa menanggapi ini sehingga jangan membuang-buang uang untuk mempertahankan sesuatu nanti tidak mungkin dipertahankan.

Dari semua survei, rata-rata berapa persen rakyat Papua ingin merdeka?

Rata-ratanya sudah di atas 75 persen. Kalau ditanya apakah lewat pengakuan atau referendum, saya sarankan sebaiknya pengakuan karena sudah ada bukti dari sekitar lebih dari tujuh lembaga termasuk lembaga negara dan independen mengumumkan hasil sureinya sudah di atas 75 persen orang Papua ingin merdeka. 

Maksud saya, mengapa harus gunakan pengakuan saja. Sebab referendum itu sangat membuang biaya sangat besar. Gaji seorang anggota PBB per bulan itu USD 85 ribu. Kenapa uang itu tidak kita pakai saja untuk bangun Indonesia dan bangun Papua.

Kedua, semasa kita menyiapkan referendum itu promerdeka dan prointegrasi saling membunuh, saling merusak, saling menghina, dan lain-lain. Itu tidak ada guna sama sekali. Kecuali kalau memang ingin membuktikan mayoritas orang Papua memang ingin merdeka, referendum adalah alat ukur demokrasi. Tapi dampak negatifnya lebih besar karena membuang uang, tenaga, waktu.

Papua lebih kaya. Timor Leste tidak ada apa-apanya. Tidak perlu takut soal kebebasan, kemerdekaan Papua. Sebab Papua punya kewajiban moral bekerja sama dengan Indonesia. Kenapa tidak? Kami juga perlu tenaga kerja. Tenaga kerja masih menganggur perlu untuk bangun Papua juga. 

Tapi, 75 persen itu kan hasil survei satu dasawarsa lalu, Apa masih yakin jumlahnya tetap, mau merdeka masih lebih banyak?

Iya, justru sekarang lebih banyak.

Kapan survei terakhirnya?

Terakhir itu pada 2007 dan 2010.

Pada 2010 siapa menyelenggarakan survei? 

2007 itu dari Signi Uni. Sedangkan 2010 dan 2012 itu dari Unipa dan dari Uncen, Jayapura. 

Hasilnya berapa persen mau merdeka?

Itu sudah di atas 80 persen. 

Masih banyak masyarakat buta huruf di Papua. Mereka memangnya bisa mengerti merdeka itu lebih baik ketimbang tetap bergabung dengan Indonesia?

Memang betul, beberapa orang generasi zaman Belanda, peralihan, mereka masih umur sekitar 9, 10, 12 tahun. Sekarang hampir rata-rata mereka msih hidup. Mereka merasa situasi di zaman Belanda itu lebih bagus karena saat tidak ada pembunuhan hebat, tidak ada penculikan. Justru biasa polisi Belanda hadapi itu perang suku. Ada perang suku tapi tidak di semua tempat. 

Kedua, ketika dua masyarakat saling berkelahi di pelabuhan atau di jalan, tentara tidak bisa cabut senjatanya atau polisi tidak pernah menembak rakyat. Tapi dibandingkan setelah Indonesia hadir, wah itu pembunuhan, penculikan, pembantaian terlalu besar. 

Jadi mereka kalau dikategori buta huruf ini, mereka bukan melihat soal sesuatu bagus atau tidak. Tapi mereka punya pengalaman, terutama di kampung-kampung itu mereka hidup dari kebun. Kalau kita di kota, di Indonesia, hampir bisa katakan 80 persen orang hidup dari uang. Di Papua tidak ada. 

Kalau ada orang bilang miskin itu sebetulnya kategori modern. Orang Papua masing-masing punya tanah dan kebun. Jadi kategori miskin mungkin dari segi pendapatan uang, tapi dari segi makanan mereka tidak miskin. Orang-orang ini kini sulit untuk berkebun karena tentara sudah ada di hutan-hutan. Tidak seperti zaman dulu sebelum Indonesia masuk. 

Jadi mereka melihat sebaiknya pilih merdeka saja supaya mereka bisa makan atau tidak makan, mencari atau tidak punya apa-apa, mereka hidup bebas. Sehingga mereka bisa hidup dari apa mereka punya. 

Kedua, mereka melihat otonomi khusus itu bukan mempersatukan orang Papua tapi proses semacam zaman Belanda, devide et impera, adu domba. Jadi orang di daerah lain, orang di daerah seperti Wamena itu tidak bisa jadi bupati di Biak. Sebelum otonomi khusus, orang Biak bisa jadi bupati di Merauke, orang Merauke bisa jadi bupati di Manokwari. Sekarang tidak bisa. 

Sistem sukuisme betul-betul menjadi sistem memecah belah antar sesama saudara di Papua. Ini betul-betul kelihatan. Dulu tidak. Jadi sekarang ini kita lihat bagaimana orang Papua diadu domba, mulai diperalat, sampai harus kasih senjata untuk tembak orang-orang, tembak polisi sendiri atau tembak tentara sendiri dan katakan itu kejahatan orang Papua. Dulu tidak pernah ada. 

Itu sebabnya orang-orang tadi disebut buta huruf, mereka merasa pilihan merdeka itu solusi tepat sehingga tidak perlu lagi ada adu domba. Kemudian mereka mau hidup baik atau tidak, mereka punya hak untuk mengatur masa depan.

Dulu setelah Konferensi Meja Bundar 1949, Indonesia mati-matian menyatakan mau membebaskan Papua dari penjajahan, mau membangun Papua. Kok kenapa sampai 52 tahun dia baru ajukan segala program pembangunan. Kemudian bagaimana dengan program awal? Kalau itu betul seperti dinyatakan oleh Indonesia zaman itu kenapa baru sekarang? Dalam usia manusia, itu sudah di atas 17 tahun itu usia mampu. Kok kenapa 52 tahun baru mulai mau diajar jalan, duduk, makan, ini aneh. Tapi begitulah kenyataannya.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Translate

New Tutorial

Page Fans

 
Design by Fajri Alhadi | Published by Template Dyto Share.us | Download Film Terbaru
Sisi Remaja Ebook Teknisi Komputer